Konfigurasi Mikrotik VLAN Trunking Dengan Cisco Switch

Konfigurasi ini membahas penerapan Inter-VLAN Routing dan VLAN Trunking dengan menggabungkan Router MikroTik dan Switch Cisco untuk mengoptimalkan segmentasi jaringan serta keamanan data. Melalui pendekatan Router-on-a-Stick, MikroTik mengonfigurasi sub-interface VLAN (VLAN 10, 20, dan 30) berbasis standar IEEE 802.1Q yang terhubung melalui satu jalur trunk ke Switch Cisco, sementara port-port pada Switch Cisco dikonfigurasi ke mode access untuk mendistribusikan konektivitas secara terisolasi ke PC-ADMIN, PC-GURU, dan PC-IT. Solusi ini secara efektif memperkecil broadcast domain, meningkatkan efisiensi penggunaan port fisik, serta memastikan lalu lintas data antar-departemen dapat dikontrol dengan aman dan terstruktur melalui satu pusat kendali routing.

Langkah Konfigurasi

1

Persiapan Awal

Sebelum memulai konfigurasi, pastikan alat & bahan berikut sudah dipersiapkan :

  • Router mikrotik
  • Aplikasi winbox
  • Switch cisco
  • Laptop / PC
  • Kabel LAN / UTP
  • Software GNS 3 jika ingin simulasi yang pratis
Gambar 1.1: Router Mikrotik
Gambar 1.2: Aplikasi Winbox
2

Topologi

Langkah pertama adalah memahami topologi yang akan digunakan. disini router mikrotik akan menjadi gateway untuk vlan 10,20,30 dan akan mendistribusikan vlan tersebut ke cisco dengan mode trunk. sedangkan untuk cisco switchnya, akan mendistribusikan ke client dengan mode acces :

Gambar 2.1: Topologi

Reminder

Konfigurasi ini hanya berfokus pada langkah utama. Untuk konfigurasi dasar seperti DNS, NAT Masquerade, DHCP Client / Static Route, silakan lihat pada projek sebelumnya.

3

Login Aplikasi Winbox

Langkah selanjutnya adalah login ke aplikasi winbox :

Gambar 3.1: Login Aplikasi Winbox
4

Setting Identitas Router

Langkah selanjutnya adalah memberi identitas pada router mikrotik :

Gambar 4.1: Setting Identitas Router
5

Menambahkan Label Pada Interface

Langkah selanjutnya adalah menambahkan label pada interface / port yang digunakan di mikrotik, tujuannya agar lebih rapi dan mudah memahami topologinya :

Gambar 5.1: Menambahkan Label Pada Interface Mikrotik
6

Menambahkan Interface VLAN

Langkah selanjutnya adalah menambahkan interface vlan yang telah ditentukan di port yang mengarah ke cisco yaitu port 2. disini vlan 99 sengaja ditambahkan sebagai vlan management :

Gambar 6.1: Menambahkan Interface VLAN
Gambar 6.2: Menambahkan Interface VLAN 10
Gambar 6.3: Menambahkan Interface VLAN 20
Gambar 6.4: Menambahkan Interface VLAN 30
Gambar 6.5: Menambahkan Interface VLAN 99
Gambar 6.6: Hasil Akhir Setelah Ditambahkan Interface VLAN
7

Menambahkan IP Address

Langkah selanjutnya adalah menambahkan ip address pada masing masing interface vlan sesuai dengan skema topologi yang telah dibuat :

Gambar 7.1: Menambahkan IP Address
Gambar 7.2: Hasil Akhir Setelah Menambahkan IP Address
8

Menambahkan DHCP Server

Langkah selanjutnya adalah menambahkan dhcp server pada interface vlan 10,20,30 pada menu ip-> dhcp server-> dhcp setup. dhcp server bertujuan agar ip addres dapat dibagikan secara otomatis tanpa perlu setting manual pada sisi client :

Gambar 8.1: Menambahkan DHCP Server
9

Setting Identitas Cisco Switch

Setelah konfigurasi disisi router mikrotik selesai, langkah selanjutnya adalah konfigurasi sisi cisco switch. untuk meremote cisco switch bisa menggunakan telnet / ssh dengan putty (bila windows) atau tools lainya. setelah berhasil meremote cisco switch, bisa lanjut untuk mengganti identitas / nama switch cisco sesuai yang diinginkan. agar dapat melakukan perintah konfigurasi di cisco, pastikan sudah enable dan masuk menu configurasi terminal :

Gambar 9.1: Setting Identitas Cisco Switch

Commands :

hostname SWITCH-OFFICE
10

Menambahkan Interface Management

Langkah selanjutnya adalah menambahkan interface management sesuai yang telah ditentukan sebelumnya yaitu vlan 99 :

Gambar 10.1: Setting Interface Management

Commands :

interface vlan 99
  ip address 192.168.99.2 255.255.255.0
  no shutdown
exit

ip default-gateway 192.168.99.1
11

Menambahkan Interface VLAN

Langkah selanjutnya adalah menambahkan vlan 10,20,30 pada cisco switch :

Gambar 11.1: Menambahkan Interface VLAN

Commands :

vlan 10
  name PC-ADMIN
  exit
vlan 20
  name PC-GURU
  exit
vlan 30
  name PC-IT
  exit
12

Setting Mode Trunk Pada Uplink Cisco Switch

Langkah selanjutnya adalah setting mode pada port yang mengarah ke router mikrotik menjadi mode trunk, dimana mode ini dapat membawa banyak vlan sekaligus :

Gambar 12.1: Mengecek Status Interface

Commands :

show interfaces status
Gambar 12.2: Setting Mode Trunk Pada Uplink Cisco Switch

Commands :

interface GigabitEthernet 0/0
  description ROUTER-MIKROTIK-OFFICE
  switchport trunk encapsulation dot1q
  switchport mode trunk
  switchport trunk allowed vlan 10,20,30,99
exit
13

Setting Mode Acces Pada Interface Yang Mengarah Client

Langkah selanjutnya adalah setting mode acces pada interface yang mengarah ke device client (PC ADMIN, PC GURU, PC IT). mode acces digunakan jika client hanya membutuhkan 1 vlan :

Gambar 13.1: Setting Mode Acces Pada Interface Yang Mengarah Client

Commands :

interface GigabitEthernet 0/1
  description PC-ADMIN
  switchport mode access
  switchport access vlan 10
exit
Gambar 13.2: Setting Mode Acces Pada Interface Yang Mengarah Client

Commands :

interface GigabitEthernet 0/2
 description PC-GURU
 switchport mode access
 switchport access vlan 20
exit
interface GigabitEthernet 0/3
 description PC-IT
 switchport mode access
 switchport access vlan 30
exit
Gambar 13.3: Hasil Akhir Setelah Disetting Mode Acces Pada Interface Yang Mengarah Client

Commands :

show vlan brief
14

Pengujian

Langkah terakhir adalah menguji konfigurasi dengan setiap device (PC Admin, PC Guru, PC IT) disetting menjadi mode dhcp serta ping ke arah gateway dan internet :

Gambar 14.1: Pengujian Pada PC Admin
Gambar 14.2: Pengujian Pada PC Guru
Gambar 14.3: Pengujian Pada PC IT
Back