Konfigurasi ini membahas implementasi dan instalasi sistem Network Monitoring System (NMS) menggunakan LibreNMS pada sistem operasi Debian 12. LibreNMS digunakan untuk memantau berbagai perangkat jaringan dan server secara terpusat, seperti router, switch, access point, server fisik, mesin virtual, serta perangkat yang mendukung protokol SNMP. Melalui antarmuka web yang mudah diakses, administrator dapat memantau performa dan status perangkat secara real-time, sehingga mempermudah identifikasi gangguan serta pengelolaan infrastruktur jaringan dan server secara efisien, terstruktur, dan berkelanjutan.
Sebelum memulai konfigurasi, pastikan alat dan bahan berikut sudah dipersiapkan :
Langkah pertama adalah update & upgrade sistem agar repository menjadi paling update :
Commands :
Langkah selanjutnya adalah menginstal paket yang diperlukan untuk librenms :
Commands :
Langkah selanjutnya adalah membuat user sistem untuk librenms & klon source code dari github :
Commands :
Commands :
Langkah selanjutnya adalah menginstal dependensi php dengan composer :
Commands :
Commands :
Langkah selanjutnya adalah Mengatur zona waktu untuk php dan sistem :
Commands :
Langkah selanjutnya adalah konfigurasi mariadb :
Commands :
# Tambahkan tepat dibawah mysql innodb_file_per_table=1 lower_case_table_names=0
Commands :
Commands :
# User & Password bisa di ganti sesuai kebutuhan mysql -u root <<'SQL' CREATE DATABASE librenms CHARACTER SET utf8mb4 COLLATE utf8mb4_unicode_ci; CREATE USER 'librenms'@'localhost' IDENTIFIED BY 'Tobias123!'; GRANT ALL PRIVILEGES ON librenms.* TO 'librenms'@'localhost'; FLUSH PRIVILEGES; SQL
Langkah selanjutnya adalah membuat konfigurasi pool php-fpm terpisah untuk librenms :
Commands :
cat >/etc/php/8.2/fpm/pool.d/librenms.conf <<'EOF' [librenms] user = librenms group = librenms listen = /run/php/php8.2-fpm-librenms.sock listen.owner = www-data listen.group = www-data listen.mode = 0660 pm = dynamic pm.max_children = 20 pm.start_servers = 3 pm.min_spare_servers = 2 pm.max_spare_servers = 5 php_admin_flag[log_errors] = on php_admin_value[error_log] = /var/log/php8.2-fpm-librenms.log env[HOSTNAME] = $HOSTNAME env[PATH] = /usr/local/bin:/usr/bin:/bin env[TMP] = /tmp env[TMPDIR] = /tmp env[TEMP] = /tmp EOF
Langkah selanjutnya adalah membuat konfigurasi virtual host nginx untuk librenms. pada bagian /etc/nginx/conf.d/librenms.conf server name bisa di sesuaikan dengan yang dibutuhkan :
Commands :
server {
listen 80;
server_name 192.168.10.8;
root /opt/librenms/html;
index index.php;
charset utf-8;
gzip on;
gzip_types text/css application/javascript text/javascript application/x-javascript image/svg+xml text/plain text/xsd text/xsl text/xml image/x-icon;
location / {
try_files $uri $uri/ /index.php?$query_string;
}
location ~ [^/]\.php(/|$) {
fastcgi_pass unix:/run/php/php8.2-fpm-librenms.sock;
include fastcgi.conf;
fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
}
location ~ /\.(?!well-known).* {
deny all;
}
}
Commands :
Langkah selanjutnya adalah konfigurasi snmp yang digunakan oleh librenms untuk mengumpulkan data dari perangkat jaringan :
Commands :
Langkah selanjutnya adalah konfigurasi akhir librenms seperti setting command shortcuts, cron jobs, scheduler, dan fping permissions :
Commands :
Langkah selanjutnya adalah membuat user librenms di dashboard librenms website dengan menggunakan ip server http://ip-server pada browser lalu ikuti petunjuk berikut ini :
Langkah selanjutnya adalah menambahkan device ke librenms. jika menambahkan mikrotik atau device lainnya, pastikan sudah disetting snmpnya :
Langkah selanjutnya adalah menguji apakah monitoring librenms sudah berjalan dengan optimal. karena sudah ada 2 device yang ditambahkan, maka bisa dipilih salah satu device dengan klik ip device untuk melihat lebih lengkap data dari device tersebut :
Berdasarkan konfigurasi yang telah dilakukan, LibreNMS berhasil berjalan pada Debian 12 dan mampu melakukan pemantauan perangkat jaringan serta server secara terpusat dan real-time. Implementasi ini memudahkan administrator dalam memonitor kondisi infrastruktur, mendeteksi gangguan, dan mengelola sumber daya jaringan secara lebih efektif dan efisien.